Senin, 24 November 2014

Danau Toba

Pada zaman dahulu adalah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembahyang landai dan subur. Petani itu mengerjakan sawah dan ladang untuk keperluan hidupnya.Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena disungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang Toba langsung pergi ke sungai untuk memancing.Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor ikan pun didapatnya.Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itumudah saja dia pancing.
Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya,dia menjadi kesal dan memutuskan untuk berhenti memancing, Tetapi ketika dia hendak menarik  pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan dan menarik pancing itu jauh ketengah sungai.Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yangmenyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar. Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan ituditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira sambil melepas mata pancingnya dari mulut ikan itu.Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuharti,setelah itu diletakkannya disuatu tempat dan Toba masuk ke dalam sungai untuk mandi.Perasaannya gembira sekali karena sebelumnya tidak pernah mendapat ikan sebesar itu danSambil tersenyum Dia membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudahdipanggang.

Hari sudah mulai senja Toba meninggalkan sungai untuk pulang, dan Setibanya dirumah Toba langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.Pada saat Toba tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar sudah raib alias hilang, tetapi bekas tempat ikan itu tadi terdapat beberapa keping uang emas. Toba terkejut dan merasa heranmengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.Ketika Toba membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiriseorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai , Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaatkemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang Toba yang terlihat bingung dan sekaligus terpesona karena wajah perempuan itu luar biasa cantiknya.

Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah Tobamenyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa diaadalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai.Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur ituadalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersediamenerima lamarannya dengan syarat Toba harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir.Anak itu sngat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunyayanng mengantarkan nasi ke ladang.Suatu hari, sang anak disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanyadia menolak, tetapi karena terus dipaksa ibunya, dengan kesal pergilah sang anak mengantarkannasi itu , Di tengah jalan sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang,sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayahsudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan, maka si ayah jadi sangatmarah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu.Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar.Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya diamengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya dan mengadukan semua kata-kata cercaan yangdiucapkan ayahnya.

Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Siibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh darirumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukittersebut dan mendakinya.Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yangdipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya darirumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yangmegelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangatlebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir.

Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil ditengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.




sumber: http://www.coolstuff.me/2013/01/cerita-rakyat-asal-usul-danau-toba.html

Minggu, 23 November 2014

Timun Mas


Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.


Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha…. kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.
Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.
Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.
Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.
Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.
Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.
Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.
Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu? Mana timun emas?”, teriak si raksasa.
Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.
Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.
Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.
Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah disela

                                                                                    
sumber: http://dongeng.referensiana.com/2013/02/timun-mas.html

Sabtu, 22 November 2014

Tangkuban Prahu

Dahulu kala, tersebut lah sorang putri cantik anak dari seorang raja bernama Sungging Perbangkara dari sebuah kerajaan besar di jawa barat. Putri tersebut bernama Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi memang tidak terbantahkan. Banyak raja-raja dari kerajaan berperang hanya untuk menjadikan Dayang Sumbi sebagai istrinya. Merasa dirinya adalah sumber peperangan, akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk pergi ke hutan dan hidup di sana.


Suatu ketika, ketika Dayang Sumbi sedang bertenun, pintalan benang yang dia gunakan jatuh. Karena malas mengambil pintalan benang tersebut, dia berkata "Siapa yang bisa mengambilkan pintalan benang tersebut, dia akan menjadi suami ku." Tiba-tiba seekor anjing mengambil pintalan benang tersebut dan memberikannya ke Dayang Sumbi. Anjing tersebut bernama Tumang. Anjing tersbut bukan ajing biasa, konon dia adalah keturunan Dewa. Karena telah berjanji, akhirnya Dayang Sumbi menjadikan Tumang sebagai suaminya dan dari pernikahannya mereka dikaruniahi seroang anak bernama Sangkuriang.

Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda berparas tampan, gagah perkasa dan sakti. Semasa hidupnya, dia selalu ditemani oleh Tumang yang dianggapnya hanya seekor anjing yang setia, bukan ayahnya. Suatu ketika, Sangkuriang dimintau untuk berburu dengan Tumang oleh ibunya, Dayang Sumbi.

“Bu, saya akan membawakan sebuah hati rusa untuk mu” janji Sangkuriang.
“Huff…huff” gonggong Tumang.
 "Baiklah nak, hati-hati ya." Dayang Sumbi berkata.


Sangkuriang dan Tumang mulai berburu seekor rusa. Setelah berburu seharian tanpa hasil, Sangkuriang kawatir akan membuat ibunya kecewa. Berpikir singkat, dia mengambil panahnya dan menembakannya ke arah Tumang dan mengambil hatinya kemudian membawanya pulang untuk diberikan ke pada ibunya.

Di rumah Sangkuriang memberikan hati tersebut kepada ibunya. Tetapi Dayang Sumbi menyadari bahwa itu bukan lah hati rusa tetapi hati anjing, Tumang. Dia marah dan memukul Sangkuriang dengan sendok di kepalanya.

Kemudian Sangkuriang berkeliling ke seluruh penjuru dunia hingga dia kembali tiba di desanya tanpa disadari nya. Di sana dia bertemu seorang wanita cantik yang sebenarnya adalah ibunya.

Sangkuriang dan wanita cantik itu saling jatuh cinta satu sama lain dan mereka memutuskan untuk menikah.
Tetapi Dayang Sumbi kemudian menyadari bahwa lelaki yang dia cintai adalah anaknya. Dia melihat ada bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Untuk mengurungkan niat Sangkuriang menikahi nya, Dayang Sumbi kemudian meminta dua hal mustahil sebagai syarat pernikahannya.

“Jika kamu ingin menikahi ku, buatlah sebuah danau yang dan sebuah perahu sangat besar dalam satu malam” pinta Dayang Sumbi.
“Siap, jika kamu menginginkanya. Akan ku berikan apa yang kau minta.” Sangkuriang setuju.

Dengan kekuatannya yang sakti dan dengan bantuan makhluk halus, ke dua permintaan tersebut pun dirasa bisa terlaksana dalam satu malam. Sangkuriang pun membuat sebuah danau dengan membendung sungai citarum dan membuat sebuah perahu. Kawatir Sangkuriang akan menyelesaikanya, Dayng Sumbi berdoa kepada Tuhan agar membantunya untuk mengagalkan niat Sangkuriang. Tiba-tiba cahaya horizon dari timur muncul dan pagi pun datang.

Berpikir bahwa usahanya siasia. Dengan marah dia menendang perahu tersebut sehingga terbalik. Kemudia perhau tersebut menjadi sebuah gunung yang dikenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban berarti terbalik dan Perahu berarti perahu.

Nah, amanat cerita Tangkuban Perahu di atas adalah jangan lah suka berbohong, apa lagi terhadap orang tua kita.

Semoga artikel di atas tentang Cerita Rakyat : Tangkuban Perahu bisa bermanfaat bagi sobat semua. Jika ada dari sobat yang menemukan kesalahan baik dari segi penulisan maupun pembahasan, mohon kritik dan sarannya untuk kemajuan bersama. Terima kasih ^ 



  




                              


sumber: http://www.zonasiswa.com/2014/01/cerita-rakyat-tangkuban-perahu.html

Jumat, 21 November 2014

Malin Kundang

Dahulu kala, tersebutlah sebuah keluarga miskin yang terdiri dari seorang ibu dan anaknya yang bernama Malin Kundang. Karena ayahnya telah meninggalkannya, sang ibu pun harus bekerja keras sendiri untuk bisa menghidupi keluarganya.

Malin adalah anak yang pintar tapi sedikit nakal. Ketika dia beranjak dewasa, Malin merasa kasihan pada ibunya yang sedari dulu bekerja keras menghidupinya. Kemudian Malin meminta izin untuk merantau mencari pekerjaan di kota besar.

“Bu, saya ingin pergi ke kota. Saya ingin kerja untuk bisa bantu ibu di sini.” pinta Malin.
“Jangan tinggalkan ibu sendiri, nak. Ibu hanya punya kamu di sini.” kata sang ibu menolak.
“Izinkan saya pergi, bu. Saya kasihan melihat ibu terus bekerja sampai sekarang.” kata Malin.
“Baiklah nak, tapi ingat jangan lupakan ibu dan desa ini ketika kamu sukses di sana” Ujar sang ibu berlinang ari mata.

Keesokan harinya Malin pergi ke kota besar dengan menggunakan sebuah kapal. Setelah beberapa tahun bekerja keras, dia berhasil di kota rantauannya. Malin sekarang menjadi orang kaya yang bahkan mempunyai banyak kapal dagang. Dan Malin pun sudah menikah dengan wanita cantik di sana. Berita tentang Malin yang menjadi orang kaya sampai lah ke ibunya. Sang ibu sangat senang mendengarnya. Dia selalu menunggu di pantai setiap hari, berharap anak si mata wayangnya kembali dan mengangkat drajat ibunya. Tetapi Malin tak pernah datang.

Suatu hari istiri Malin bertanya mengenai ibu Malin dan ingin bertemu dengan nya. Malin pun tidak bisa menolak keinginan istri yang sangat dicintainya itu. Malin menyiapkan perjalanannya tersebut menuju desanya menggunakan sebuah kapal pribadinya yang besar nan cantik. Akhirnya Malin pun datang ke desanya beserta istri dan anak buahnya.

Mendengar kedatangan Malin, sang ibu merasa sangat gembira. Dia bahkan berlari menuju pantai untuk segera melihat anak yang disayanginya pulang.

“Apa itu kamu Malin, anak ku? Ini ibu mu, kamu ingat” Tanya sang Ibu.
"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.

Sang istri yang terkejut melihat kenyataan bahwa wanita tua, bau, dekil yang memeluk suaminya, berkata:
"Jadi wanita tua, bau, dekil ini adalah ibu kamu, Malin"

Karena rasa malu, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga jatuh.
“Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin” kata Malin.
"Dasar wanita tua tak tahu diri, Sembarang saja mengaku sebagai ibuku." Lanjut Malin membentak.

Mendengar perkataan anak kandungnya seperti itu, sang ibu merasa sedih dan marah. Ia tidak menduga, anak yang sangat disayanginya berubah menjadi anak durhaka.
"Oh Tuhan ku yang kuasa, jika dia adalah benar anak ku, Saya mohon berikan azab padanya dan rubah lah dia jadi batu." doa sang ibu murka.

Tidak lama kemudian angin dan petir bergemuruh menghantam dan menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu, Tubuh Malin Kundang kaku dan kemudian menjadi batu yang menyatu dengan karang.

Amanat: Jadilah orang yang berbakti pada orang tua. Dan janganlah sekali-kali durhaka padanya.

Semoga Cerita Rakyat Malin Kundang di atas bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Dan jika dari pembaca sekalian menemukan kesalahan baik dari segi penulisan maupun pembahasan dalam artikel di atas, kami membuka kritik dan saran. Terima kasih ^^
    
                                     
sumber: http://www.zonasiswa.com/2014/01/cerita-rakyat-malin-kundang-si-anak.html

Sabtu, 15 November 2014

Roro Jongrang

Kisah yang berkembang menyebutkan bahwa dulu ada seorang pangeran bernama Raden Bandung Bondowoso. Pangeran ini adalah putra dari Raja Pengging yang bernama Prabu Damar Moyo. Bandung Bondowoso dikenal sebagai pangeran yang punya kesaktian mumpuni.
Sementara di kerajaan lain, ada keraton bernama Keraton Boko dipimpin oleh Prabu Boko. Prabu Boko memiliki anak yaitu Roro Jonggrang yang cantik jelita. Di kerajaan Boko ada pula seorang Patih yang bernama Patih Gupolo.

Kisah berlanjut dengan ekspansi kerajaan Boko dipimpin Patih Gupolo ke wilayah Pengging. Perang pun terjadi antar dua kerajaan tersebut, yang berakibat Prabu Boko mati dibunuh oleh Bandung Bondowoso.
Karena terdesak, maka Patih Gupolo pun mundur ke istana, dan melapor pada Roro Jonggrang bahwa ayahnya sudah mati dibunuh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso yang mengejar pasukan Patih Gupolo pun akhirnya sampai ke istana Boko. Disana, dirinya melihat kecantikan Roro Jonggrang, dan seketika terpesona. Ia pun lantas melamar sang putri untuk dijadikan istri.
Roro Jonggrang yang mengetahui bahwa Bandung adalah pembunuh ayahnya, mengajukan syarat yang sangat sulit bagi Bandung, jika memang berniat memperistri dirinya. Yaitu Bandung harus bisa membangun sebuah sumur dan juga seribu candi dalam waktu 1 malam saja.
Jika Bandung Bondowoso mampu, maka dirinya akan bersedia menikah dengan Bandung. Karena kesaktiannya, Bandung pun menyetujui syarat tersebut.
Ia lalu mulai bekerja dan membuat sebuah sumur yang dinamakan sumur Jalatunda. Lalu dengan bantuan kalangan jin dan makhluk halus, Bandung mulai membangun candi di malam hari.
Sifat jin dan makhluk halus yang kuat membuat pembangunan menjadi lebih cepat. Ini membuat Roro Jonggrang khawatir. Bangunan candi mulai berdiri dengan jumah banyak. Hingga sampai jumlah mendekati seribu, dirinya lantas membuat keributan dengan menumbuk padi dan membakar jerami agar mengesankan hari sudah pagi.
Karena keributan aktifitas manusia itu, maka para jin pun lari karena mengira hari sudah menjelang pagi. Pembangunan candi belum usai, dan baru berjumlah 999 candi.
Karena kesal dengan kecurangan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso pun mengubah Roro Jonggrang menjadi arca untuk candi ke 1000. Hingga kini arca Dewi Durga masih ada di candi Prambanan.
                      


                                                                     
sumber:http://sidomi.com/312124/mengenal-roro-jonggrang-putri-yang-dikutuk-menjadi-arca-di-candi-prambanan/